Beranda > gua maria kerep > nilai sejarah gua maria kerep

nilai sejarah gua maria kerep

NILAI SEJARAH TEMPAT JIARAH

Tempat jiarah yang terkenal seperti Lourdes atau Fatima dan lain-lain memiliki nilai sejarah yang unik dan ajaib. Lourdes menjadi tempat jiarah yang sangat terkenal karena peristiwa penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadeta serta kisah – kisah mukjizat yang menyertai. Tidaklah demikian dengan gua Kerep. Di gua Kerep – sebelum dijadikan tempat pejiarahan – tidak terjadi peristiwa penampakan ataupun peristiwa mukjizat yang mengagumkan seperti yang terjadi di Lourdes. Namun demikian ada juga kisah – kisah penting dan menarik yang melatarbelakangi yang mampu menggerakkan hati para perintis tempat jiarah di Kerep itu untuk mendirikan tempat jiarah. Hal itu dihayati sebagai Penyelenggaraan Ilahi. Dikisahkan misalnya, sudah menjadi kebiasaan para bruder apostolik mengadakan jiarah ke Sendangsono atau Sriningsih, Klaten, yang dilaksanakan setiap bulan Mei dan Oktober. Pada bulan Mei 1954 terjadi kejutan bagi para bruder. Romo L. Koersen SJ, direktur para bruder apostolik, berkata : “Tahun ini para bruder tidak usah pergi jauh untuk berjiarah. Di dekat sini saja ada tempat berjiarah. Besuk hari Minggu akan datang seorang Romo yang akan menunjukkan tempatnya”. Terjadilah demikian, hari Minggu itu datang Romo Kester SJ, bersama Romo Koersen SJ, ke bruderan Kerep. Kedua Romo itu diantar berjalan di kebun bruderan. Romo Kester tiba – tiba berhenti di suatu tempat. Sambil menunjuk ke suatu tempat ia berkata, “ Di sini Gua Maria supaya dibangun”. Kemudian Bruder Berchmans pimpinan para bruder apostolik mengambil sebilah bambu, dibentuklah menjadi sebuah salib lalu ditancapkan di tempat yang ditunjuk oleh Romo Kester. Pada hari yang sama sore hari datanglah para suster Fransiskanes dari Ambarawa yang langsung menuju ke kebun bruderan dan berkumpul di tempat di mana salib bilah bambu berdiri dan mereka bernyanyi “ Ave Maria Gratia Plena “. Ternyata para suster tersebut sudah diberitahu oleh Romo Koersen tentang gua Maria yang akan dibangun itu.

Nampak sekali bahwa gua Maria di Kerep sejak semula diusahakan agar bisa meniru kesakralan gua Maria di Lourdes. Itu kelihatan pada pemilihan patung yang mirip dengan patung Perawan Maria di Lourdes.
Bahkan ketika diresmikan pada tanggal 15 Agustus 1954 air suci yang dipergunakan untuk pemberkatan juga menggunakan air suci dari Lourdes. Air suci itu tentunya sudah menguap ke angkasa atau telah terserap ke bumi, namun kandungan berkatnya diyakini tetap terpancar dari sudut – sudut tempat jiarah Gua Maria Kerep tersebut.
Itulah harapan dan keyakinan para perintis dan pendiri Gua Maria Kerep bahwa orang yang datang dan berdoa dalam devosi kepada Bunda Maria akan memperoleh rahmat berlimpah dari Tuhan sama seperti jika dilakukan di Lourdes, Perancis. Harapan dan keyakinan pokok dengan berdevosi kepada Bunda Maria adalah bahwa orang akan sampai kepada pertemuan dengan Kristus dan melalui Kristus sampai kepada Bapa : Per Mariam ad Yesum, per Yesum ad Patrem.

Itulah mukjizat yang terbesar.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: